Subak Museum
atau Museum tentang sistem irigasi air Bali adalah satu-satunya museum yang ada di Bali dan juga di dunia yang menjelaskan dan berisi tentang informasi mengenai metode / sistem irigasi (pengairan) air sawah di pulau Bali, yang terletak di kota
. Lokasi museum subak sangat mudah dijangkau dengan kendaraan, jarak tempuh jika dari Pura
Tanah Lot akan memakan waktu sekitar 14 kilometer jauhnya, sedangkan dari Pura hutan monyet Alas Kedaton sekitar 8 Kilometer. Mengenai latar belakang sejarah museum Subak ini berasal dari ide seorang ahli adat dan agama di Bali yang bernama I Gusti Ketut Kaler pada tanggal 17 Agustus 1975, yang memiliki ide untuk melestarikan lembaga tradisional Subak sebagai salah satu warisan budaya Bangsa. Pada dasarnya subak (metode sistem irigasi air) telah ada di Bali sejak zaman bali kuno abad ke-11, dan masih berkembang saat ini, yang merupakan pencerminan identitas dengan karakteristik filsafat dasar "Tri Hita Karana", yaitu konsep keseimbangan dari tiga penyebab kebahagiaan (keseimbangan antara manusia, harmoni antara manusia dengan alam, keseimbangan antara manusia dan Tuhan).