Kerta Gosa merupakan salah satu objek wisata di Bali yang sarat akan nilai sejarah. Lokasi bangunan ini terletak ditengah-tengah jantung kota
Klungkung, berdekatan dengan Puri Agung
Klungkung yang merupakan pusat pemerintahan pada jaman kerajaan dulu.
Pada awalnya Kerta Gosa merupakan bangunan yang digunakan sebagai tempat mengadakan rapat kerajaan untuk membahas tentang kemakmuran dan kesejahteraan rakyat
Klungkung. Sesuai dengan arti dari nama "Kerta Gosa", kerta artinya kesejahteraan atau kemakmuran dan Gosa artinya diskusi/ tempat diskusi. Akan tetapi setelah Belanda berhasil menaklukkan kerajaan
Klungkung pada perang Puputan (perang sampai titik darah penghabisan) yang terjadi pada tanggal 28 April 1908 Kerta Gosa kemudian beralih fungsi menjadi tempat peradilan. Semua bentuk perkara baik perkara kerajaan ataupun perkara adat disidangkan dan diputuskan disini.
Yang menarik dari bangunan Kerta Gosa ini adalah pada langit-langitnya dipenuhi oleh lukisan yang bercerita tentang hukum Karma Phala (hukum sebab akibat). Contohnya orang yang semasa hidupnya senang menyakiti orang dengan ilmu hitam maka ketika ia meninggal digambarkan arwahnya mendapat siksaan berupa direbus dalam kawah api.
Disebelah barat bangunan Kerta Gosa terdapat sebuah Bale Kambang yaitu bangunan yang dibangun ditengah-tengah kolam besar yang disebut Taman Gili. Dan untuk lebih memperdalam pengetahuan kita tentang sejarah dan budaya kota
Klungkung di areal Kerta Gosa telah dibangun sebuah Museum Budaya yang menyimpan benda-benda bersejarah peninggalan kerajaan
Klungkung.
Yang menjadi daya tarik dari balai Kerta Gosa ini adalah di langit-langit bangunan terdapat lukisan-lukisan wayang yang memiliki cerita tentang kehidupan sehari-hari, karma phala, ramalan gempa dan filsafat hidup. Di samping balai Kerta Gosa terdapat banguan yang dikelilingi oleh kolam bernama Taman Gili.